Jumat, 22 April 2011

Gawat Nih.... Perang Libia dekati jalan buntu


Laksamana Mike Mullen mengunjungi serdadu AS di Baghdad, Irak

Perang di Libia mengarah ke jalan buntu, kata panglima tertinggi militer Amerika Serikat.

Laksamana Mike Mullen mengatakan, perang di Libia mengarah ke jalan buntu, sekalipun serangan udara pasukan Amerika dan Nato telah menghancurkan 30-40% kekuatan darat Kolonel Muammar Gaddafi.

Pemerintah AS telah memberikan wewenang pengerahan pesawat tak berawak yang dipersenjatai, Predator untuk memberikan kemampuan presisi dalam penyerangan.

Pemberontak Libia telah memerangi pasukan Kolonel Muammar Gaddafi sejak bulan Februari, tapi akhir-akhir ini tidak berhasil mendapatkan kemajuan berarti.

Laksamana Mullen juga mengatakan tidak ada tanda kehadiran al-Qaida di kubu oposisi Libia.

Ketika berbicara kepada pasukan AS di Irak, Mullen mengatakan kelompok-kelompok radikal mungkin mencoba memanfaatkan pergolakan di Libia, tapi menambahkan: Kami mencermatinya, mewaspadainya dan saya sama sekali belum melihat itu. Sejatinya, saya tidak melihat perwakilan al-Qaida di sana.

Bulan lalu, seorang panglima Nato mengatakan dinas intelijen telah menangkap tanda-tanda kecil kegiatan al-Qaida di kalangan pemberontak.

Sementara itu, Senator AS John McCain telah mengunjungi kubu pemberontak di Benghazi.

McCain menjadi pejabat paling senior AS yang berkunjung sana sejak konflik pecah bulan Februari.

Dia menyeru semua negara mengakui Dewan Nasional Peralihan yang dibentuk pemberontak sebagai suara syah bangsa Libia dan memberikan persenjataan dan pelatihan.

Sasaran perkotaan


Pemberontak Libia menghadapi gempuran pasukan Muammar Gaddafi di Misrata

Pemberontak Libia menghadapi gempuran pasukan Muammar Gaddafi di Misrata

Dalam perkembangan di lapangan, kapal evakuasi keempat yang dicarter oleh Organisasi Internasional (IOM) tengah dalam perjalanan untuk menolong pekerja migran dan warga sipil yang terluka dari kota Misrata yang dikepung.

Pasukan Kolonel Gaddafi telah menggempur kota, yang merupakan daerah utama yang dikuasai pemberontak di belahan barat Libia, selama beberapa pekan terakhir.

Petugas medis mengatakan lebih dari 1.000 orang meninggal sejak pertempuran pecah, dan banyak di antara mereka korban tembakan sniper.

BBC telah melihat bukti bahwa cluster bomb digunakan oleh pasukan pro-Gaddafi di Misrata, namun mereka masih membantah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar