Selasa, 31 Mei 2011

Wabah diare di Eropa...16 tewas dan ribuan lainnya terinfeksi E coli

VIVAnews - Wabah bakteri mematikan E Coli menimpa beberapa wilayah di Jerman sejak pekan lalu yang menewaskan hingga saat ini 16 orang dan menjangkiti 1.150 orang di delapan negara Eropa. Diduga, wabah berasal dari sayuran atau buah-buahan, namun belum ditemukan sumber pasti dari mana bakteri berasal.

Dilansir dari laman Associated Press, Rabu, 1 Mei 2011, Jerman merupakan negara terparah terjangkit wabah ini dengan hampir 400 penderita. Sebanyak 15 orang yang tewas berasal dari negara ini, sementara satu orang lagi dari Swedia.

Ahli dari Amerika Serikat mengatakan bahwa penyakit yang dikenal dengan nama hemolytic uremic syndrome ini jarang ditemui di manapun di dunia. Biasanya penyakit ini paling banyak disebabkan oleh makanan.

Pada awalnya, mentimun yang diimpor dari Spanyol diduga dalang penyakit mematikan tersebut. Namun berdasarkan penelitian, bakteri enterohaemorrhagic E. coli atau EHEC pada feses korban tidak sama dengan bakteri E Coli yang ditemukan pada mentimun Spanyol.

Kota Schleswig-Holstein, daerah terparah terkena wabah juga tidak menemukan bakteri serupa dalam pengujian pada 141 sampel makanan, termasuk mentimun, tomat, produk susu, zucchini dan telur.

Bakteri E Coli biasanya ditemukan dalam jumlah besar di sistem pencernaan manusia, sapi dan mamalia lainnya. Bakteri ini bertanggung jawab atas kontaminasi makanan di beberapa negara dunia. Tapi dalam kebanyakan kasus, E Coli hanya menyebabkan sakit perut biasa yang tidak mematikan.

EHEC berbeda. Bakteri yang merupakan evolusi E Coli ini menyebabkan sakit yang parah, mulai dari diare hingga anemia akut. Di Jerman, penyakit ini menjangkiti 373 orang, menyerang tepat pada ginjal. Dalam beberapa kasus, EHEC menyebabkan kejang-kejang, stroke hingga koma. (eh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar