Kamis, 30 Juni 2011

Penemuan makam suku maya di Meksiko


MEKSIKO - Sekelompok arkeolog dari National Institute of Anthropology and History (INAH) di Meksiko, baru-baru ini menemukan 116 makam berusia lebih 1.000 tahun. Makam-makam ini dekat dengani situs Maya di wilayah selatan Meksiko.

Seperti yang dikutip dari Reuters, Kamis (30/6/2011), makam-makam tersebut ditemukan dekat reruntuhan bangunan Maya di Comalcalco, negara bagian Tabasco, Meksiko.

Pihak INAH mengatakan bahwa di situs lokasi ditemukan 66 kerangka di dalam jambangan pemakaman, lalu potongan-potongan tulang lainnya juga ditemukan di sekeliling jambangan tersebut.

Penelitian ini berhasil menemukan banyak kerangka, yang dipercaya oleh para ilmuwan merupakan yang terbanyak wilayah tersebut. Para arkeolog yang melakukan penelitian percaya bahwa situs tersebut merupakan makam dari kebudayaan pra-Hispanik.

Makam-makam tersebut ditemukan di dalam gundukan tanah tebal, yang berjarak 2,8 km ke utara dari situs Great Acropolis di Comalcalco.

"Situs ini akan menyediakan informasi yang sangat berharga. Ekspedisi selama 35 hari yang kami lakukan berhasil menemukan 116 kerangka," ujar Richardo Armijo, kordinator di lokasi penggalian.

Armijo juga mengatakan bahwa 66 jambangan besar yang ditemukan beserta kerangka di dalamnya, membuktikan bahwa yang dikubur merupakan kaum terpandang suku Maya.

Benda-benda lainnya yang juga ditemukan di lokasi pemakaman tersebut adalah peluit, keramik, pisau, golok, batuan ukir, dan lain-lain.

Para arkeolog yang meneliti situs tersebut percaya bahwa makam-makam tersebut berusia 1.161 sampai 1.200 tahun.

Suku Maya banyak membangun kuil di selatan Meksiko dan Amerika Tengah pada 750 sampai 850 tahun sesudah masehi. Mereka mendominasi kedua wilayah tersebut selama dua ribu tahun, sebelum akhirnya secara misterius meninggalkan kota-kota mereka pada tahun 900 sesudah masehi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar