Rabu, 09 November 2011

Berlusconi Mundur, Bursa Italia Anjlok

Mundurnya Perdana Menteri Berlusconi menyebabkan bursa saham Italia anjlok. INvestor kawatir Italia akan bernasib sama dengan yunani atau bahkan lebih parah lagi Lebih lanjut mengenai mundurnya perdana menteri Berlusconi, simak artikel detik.com berikut:

Milan - Kondisi politik setelah pengunduran diri Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi membuat investor cemas. Bursa Saham Italia pun langsung rontok, sementara harga surat utang merosot tajam.

Pada perdagangan Rabu (9/11/2011), indeks FTSE Mib sempat dibuka menguat 1,38%, merespons rencana pengunduran diri Berlusconi setelah selesainya UU anggaran Italia.

Namun selanjutnya secara cepat berbalik ke teritori negatif hingga minus 3,2%. Bursa-bursa Eropa juga turut merosot dengan indeks FTSE 100 turun 1,11% ke level 5.506,37, indeks DAX 30 melemah 1,42% ke level 5.877,46 dan CAC 40 turun 1,68% ke level 3.089,97.

Salah satu penyeret kejatuhan bursa saham Italia adalah merosotnya harga saham kerajaan bisnis Berlusconi, Mediaset yang turun hingga 10%.

Padahal rencana pengunduran diri pemilik klub sepakbola AC Milan itu sebelumnya telah berhasil membuat bursa Wall Street dan Asia menguat. Investor berharap pengganti Berlusconi bisa lebih agresif dalam mengatasi krisis utang negara tersebut.

Sementara harga surat utang Italia merosot tajam, dengan yield surat berharga Italia berjangka 10 tahun melonjak hingga 7%. Harga surat utang merosot ditunjukkan dengan meningkatnya yield.

Imbal hasil atau yield surat berharga Italia berjangka 10 tahun melonjak ke 7,024%, tertinggi sejak Juni 1997. Hal itu menggambarkan belum redanya kekhawatiran investor tentang kemampuan Italia untuk mengelola utangnya meski Berlusconi akan mundur pada akhir bulan ini.

"Pasar surat utang Italia berada dalam tekanan pagi ini," ujar Kathleen Brooks, analis dari Forex.com seperti dikutip dari AFP, Rabu (9/11/2011).

Selain Italia, bursa saham Eropa yang jatuh cukup dalam adalah Yunani. Tertundanya pembentukan pemerintahan baru telah menyebabkan bursa Yunani merosot hingga 3%.

Yunani kini juga dilanda ketidakpastian seputar pembentukan pemerintahan koalisi setelah mundurnya Perdana Menteri George Papandreou. Pembentukan pemerintahan baru dinilai sangat penting untuk segera mengatasi krisis utang yang membelit negara tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar