Senin, 12 Desember 2011

Inilah Menara Kembar Korsel yang Memicu Kemarahan AS


Masih ingat dengan peristiwa hancurnya WTC di AS beberapa tahun lalu..? Kali ini ada berita menarik tentang rencana pembangunan menara mirip WTC yang saat kena bom di korea. Berita ini memicu kontroversi dan kemarahan publik AS terhadap pemerintah Korsel. Lebih lanjut simak artikel detik.com berikut :

Seoul - Menara kembar yang akan dibuat Korea Selatan (Korsel) memicu kemarahan publik Amerika Serikat (AS) karena menyerupai bentuk menara kembar World Trade Center (WTC) saat ditabrak pesawat yang dibajak teroris 11 September 2001 silam. Rincian gedung yang cukup unik itu menimbulkan pro dan kontra yang cukup ramai.

Bagaimana sebenarnya rincian dari gedung tersebut? Gedung yang dibuat oleh arsitektur Belanda MVRDV itu rencananya akan mulai dibangun pada tahun 2013 dan rampung pada 2015.

Gedung yang rencananya dibangun di distrik bisnis Yongsan, Korsel itu dinamakan The Cloud. Sekilas, The Cloud memang sangat mirip dengan WTC saat dipenuhi kepulan asap setelah ditabrak pesawat yang dibajak teroris. Namun sebenarnya, 'kepulan asap' The Cloud itu merupakan ruangan-ruangan yang 'melayang' dan sangat mewah.

The Cloud terdiri dari 2 menara yang masing-masing tingginya 260 meter dan 300 meter, satu menara berlantai 54 dan satu menara berlantai 60. Kedua menara itu itu terhubung oleh 'awan' yang terdiri dari kotak-kotak ruangan. Total luas permukaan dari menara kembar itu mencapai 128.000 meter persegi.

Menurut Citi Vision Magazine, 'awan' penghubung itu berada di posisi lantai 27, yang terdiri dari ruangan-ruangan kubik 10 lantai. The Cloud bakal berbeda dengan proyek pembangunan gedung mewah lainnya, karena akan menggerakkan alas berlantai empat ke atas dan membuat ruangan di lantai dasar untuk taman publik yang didesain oleh Martha Schwartz.

The Cloud juga akan mengintegrasikan program publik selain tempat tinggal. Di dalam The Cloud, selain ada hunian, juga ada sky lounge, atrium yang luas, pusat konferensi, studio fitness, restoran, kafe, kolam renang dll. Di atas 'awan' penghubung itu akan terdiri dari ruangan publik dan privat, emperan terbuka, geladak, taman dan kolam renang.

Apartemen mewah yang ada di The Cloud cukup bervariasi luasnya mulai dari 80 meter persegi hingga 260 meter persegi. Menara itu akan berisi 4 sudut apartemen per lantai. Setiap menara akan diakses melalui grand lobi di lantai dasar, sisanya dari lantai dasar terbagi menjadi town house. The Cloud juga terdiri dari 9.000 meter persegi Officetel (Office-Hotel, sebuah tipikal bangunan Korea, 25.000 meter persegi apartemen berpanorama. Lantai atas di kedua menara itu akan digunakan untuk apartemen penthouse seluas 1.200 meter persegi dengan atap taman privat.

Menara kembar itu sebelumnya menuai kritikan karena membuka memori buruk warga AS akan serangan teroris yang menewaskan ribuan orang. Jim Riches, pensiunan deputi kepala pemadam kebakaran new York yang putranya meninggal ketika serangan 9/11 terjadi mengaku tidak percaya dengan desain itu.

"Itu seperti menara yang runtuh. Saya kira mereka mencoba membuat sensasi. Ini adalah cara yang murah untuk mendapatkan publisitas," ujarnya seperti dikutip dari New York Daily News.

Atas kritikan tersebut, pihak MVRDV meminta maaf sembari menegaskan sama sekali tidak bermaksud untuk mengungkit kenangan buruk itu. Namun pihak MVRDV menegaskan tidak akan mengubah desain tersebut.

"Tudingan bahwa (desain) itu terinspirasi serangan 9/11 tidak berdasar. Tidak akan ada revisi atau perubahan proyek kami," tegas White Paik, juru bicara Yongsan Development Corp seperti dikutip dari AFP, Selasa (13/12/2011).

"Bukan maksud kami menciptakan gambaran yang menyerupai serangan itu ataupun kita telah melihat hal yang menyerupai selama proses desain. Kami minta maaf kepada siapapun yang merasa kami telah menyakiti," ujar Paik.

Melalui halaman Facebook, MVRDV mengakui pihaknya banyak menerima email ancaman dan kemarahan dari orang-orang.

"Badai media telah dimulai dan kami telah menerima email ancaman dan telpon dari orang-orang yang marah dan menyebut kami pecinta Al Qaeda atau bahkan lebih buruk," jelas MVRDV.

Mereka menyatakan, pers Korea tidak melaporkan adanya niat untuk mengungkit peristiwa 9/11 dan justru menyebut proyek tersebut sebagai inovasi besar.

"Pada dasarnya, konotasi negatif datang dari AS," tegasnya.

Pernyataan berbeda disampaikan juru bicara MVRDV Jan Knikker kepada koran berbahasa Belanda, Algemeen Dagblad yang mengakui gedung itu dibuat berdasarkan fakta peristiwa 9/11.

"Saya harus mengakui bahwa kami juga berpikir tentang peristiwa 11 September 2001. Tapi ini tidak ditujukan untuk berhubungan dengan serangan," tambahnya.

MVRDV merupakan perusahaan berbasis di Rotterdam. Perusahaan yang dibangun pada tahun 1993 itu juga memenangkan sejumlah penghargaan, serta membangun gedung di Cleveland, New Orleans dan New York.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar