Sabtu, 21 April 2012

Inilah Fakta Mengenai Wamen Widjojano yang Nyentrik

Jakarta Penampilannya yang berambut gondrong membuat Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo tak terlihat seperti pejabat-pejabat lainnya. Namun pemikirannya di sektor energi cukup kritis.

Sang Wamen nyentrik inipun menghembuskan nafas terakhirnya saat menjalankan kegiatan yang menjadi hobinya, yaitu mendaki gunung. Widjajono meninggal di Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat.

Pria kelahiran Magelang 16 September 1951 ini diketahui sesak nafas karena oksigen yang menipis di puncak gunung setinggi 1.800 meter di atas permukaan laut tersebut.

Selama menjabat sebagai Wamen ESDM, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) ini dikenal kritis dan berani mengungkapkan pemikiran-pemikirannya.

Terakhir, adalah pemikirannya soal BBM jenis premix RON 90 yang harus dijual untuk jalan keluar bagi mobil asing yang memakai bensin premium.

Bahkan komentar Widjajono juga sering dinilai kontroversial para anggota DPR. Saat pemerintah getol kampanye soal konversi BBM ke BBG, Widjajono merupakan pejabat pertama yang berani memasang converter kit di mobilnya baik mobil dinas dan pribadinya.

Beliau juga salah satu bahkan satu-satunya pejabat setingkat menteri yang rutin pergi menggunakan bus saat berangkat kerja. Memang penampilannya dengan rambut gondrong terkesan jarang tersisir sering menjadi perdebatan dikalangan politisi.

Menurut data yang dikutip dari ITB, Widjajono tercatat pernah tergabung sebagai Anggota Tim P3M (Pengawasan Peningkatan Produksi Migas) Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Penasihat Asosiasi Perusahaan Migas (Aspermigas), serta Kaukus Migas Nasional Ikatan ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI).

Hingga saat ini, Widjajono telah menulis dua buah buku yakni Memahami Pembangunan dan Analisis Kebijakan (2004) dan Manajemen dan Ekonomi Minyak dan Gas Bumi (2002). Selamat jalan Pak Wid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar