Rabu, 04 April 2012

Ternyata Krisis Yunani Akibat Banyaknya Petugas Pajak Yang Korupsi ya....?


Wah bahaya nih...ternyata krisis ekonomi Yunani disebabkan oleh banyaknya petugas pajak yang korupsi...? weleh...weleh mudah-mudahan aja di Indonesia nggak kayak Yunani. Padahal korupsi di Indonesia nggak hanya di petugas pajak lho....hampir disetiap lini, institusi pemerintahan, dan legislatif, bahkan yudikatif pun banyak koruptornya.....wah...wah...bisa-bisa Indonesia akan mengalami hal yang sama seperti Yunani ya. Lebih lanjut mengenai krisis Yunani simak artikel yang saya kutip dari detikfinance.com berikut ini:

Athena - Para petugas pajak Yunani berusaha keras untuk memperbaiki reputasinya setelah diduga banyak melakukan korupsi sehingga merusak sistem ekonomi negaranya.

Menurut pemerintah koalisi yang ditunjuk memimpin Yunani pasca krisis, para petugas pajak tersebut tak hanya malas-malasan dalam menagih pajak, tetapi juga sering menerima suap dari para wajib pajak yang ingin terhindar dari hukuman.

Negeri dewa-dewa yang sekarang ini sedang dalam pengawasan ketat Uni Eropa itu meluncurkan program besar-besaran untuk merestrukturisasi sistem pajak mereka. Tapi tantangan terberat adalah menghilangkan persepsi yang menjadi masalah adalah para karyawan pajaknya.

Serikat pekerja pegawai pajak Yunani atau biasa disebut POE-DOY, dituntut oleh jaksa setempat atas tuduhan korupsi di masing-masing karyawan pajak.

Tuntutan itu dilancarkan kepada Diomidis Spinellis, mantan Kepala Informasi dan Teknoligi di POE-DOY Departemen Keuangan dan Nikos Lekkas, auditor di bagian keuangan di sektor kriminal Yunani, yang dikenal dengan SDOE.

'Perang' antara dua kubu itu, yaitu antara serikat karyawan pajak dan komisi anti korupsi sudah dimulai sejak satu bulan lalu. Korupsi merupakan hal yang tabu di Asia, namun Spinellis dan Lekkas menunjukkan kepada dunia bahwa sistem yang selama ini ada bisa dikelabui dan mudahnya menerima suap di Yunani.

"Tidak semua karyawan pajak itu suka korupsi. Kami akan membela kehormatan dan keistimewaan mereka di sektor ini," kata Ketua Serikat Pekerja Pajak Yunani Charalambos Nikolakopoulos, dikutip dari AFP, Rabu (4/4/2012).

Penerimaan pajak Yunani per tahun diperkirakan senilai US$ 60 miliar atau sekitar Rp 540 triliun. Kini, para pemegang surat utang mendesak Yunani segera melakukan reformasi di negaranya supaya penerimaan pajak tak lagi diselewengkan.

Salah satu usulan yang dilakukan dalam restrukturisasi adalah mengurangi jumlah kantor pajak dari 300 menjadi hanya 30 saja. Tapi beberapa pihak menilai langkah pengurangan kantor dan pegawai itu justru berujung kepada tidak maksimalnya penerimaan pajak.
(ang/dnl)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar