Selasa, 23 April 2019

Perilaku Moms Shaming, sebagai Ibu Milenial Ini 5 Tips Menghadapinya

KAUM ibu milenial kerap mengeluhkan banyak tantangan dalam mengurus rumah tangga. Anda pasti merasa pernah mengalami mom shaming atau hal lain yang bisa mengganggu mental.

Belum lagi Anda mungkin merasa iri melihat kaum ibu yang jadi idola karena sosoknya jadi influencer. Anda pun menganggap setiap ibu harus menjadi orang yang perfeksionis dalam segala hal.



Sebaiknya Anda tak usah risau atau bahkan khawatir, Moms! Ada banyak tips yang membuat Anda mudah bertahan menjadi milenial moms, apalagi saat menghadapi banyak terpaan berupa mom shaming.

Psikolog Klinis Keluarga Monica Sulistiawati MPsi membeberkan 5 tipsnya yang dimaksud. Berikut ini ulasannya.

1. Perluas wawasan

"Sebagai istri dan orangtua, Moms harus selalu belajar. Bisa dari mana saja, misalnya media sosial, buku dan lainnya," ujar Monica ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Pastinya kalau Anda tidak enggan untuk belajar, banyak hal baru yang ditemui. Terpenting adalah Anda juga bisa belajar atau sharing dengan sahabat yang lebih berpengalaman, biar lebih nyaman.

2. Relasi suami-istri kuat

Sebagai suami-istri harus membangun hunungan mesra, sehat dan kompak. Support system dari suami itu penting. Apalagi kalau anak sedang sakit, mental seorang ibu bisa terganggu karena panic attack. Makanya sosok suami harus bisa mencairkan suasana tersebut agar rumah tangga langgeng selamanya.

3. Menganut parenting yang bijak

"Kita mesti hati-hati dengan orang yang enggak dikenal, apalagi kalau mengalami mom shaming. Kalau enggak berkepentingan harus close, jangan ditanggapi," imbuh Monica.

Sebagai perempuan yang berumah tangga, Anda harus mengenal diri sendiri. Hal itu pasti membuat Anda lebih bijak mengurus suami dan anaknya dengan cara tersendiri.

4. Rileks

Monica menambahkan, menjadi orangtua itu banyak tantangan, tapi tenang tetap rileks. Dia menyebut bahwa momen me time sangat penting bagi seorang ibu.

"Misalnya kalau mau ke salon atau olahraga, silakan bagus banget. Jangan khawatir, yang kenal kepribadian kita itu suami dan anak," katanya.

5. Tidak perlu jadi ibu perfeksionis

Asuh anak sebaik-baiknya, jangan merasa semuanya mesti sempurna. Jangan pula melihat sisi kehidupan orang lain, terutama dari sisi parenting.

"Jangan merasa tahu segalanya dalam mengurus keluarga. Semua manusia diciptakan tidak sempurna, jadi tenang saja dan jangan panikan," pungkas Monica ramah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar