Minggu, 15 September 2019

Berwisata ke Pulau Kemaro Palembang, Tempat Wajib untuk dikunjungi di Palembang


Pulau Kemaro Palembang merupakan salah satu tempat wisata yang belum banyak diketahui oleh masyarakat umum. Lokasi wisata ini sebenarnya menyimpan kisah roman antara dua etnis yang berbeda, antara putri bangsawan Palembang dengan seorang pedagang asal Cina.



Kisah roman antar dua etnis beda budaya ini semakin berkesan karena akhir tragis yang dialami oleh kedua tokoh. Selain sisi sejarah, hal lain apa sajakah yang membuat tempat wisata ini menarik dan sayang untuk dilewatkan? Berikut ini ulasan singkat tentang tempat wisata ini.

Kisah Pulau Kemaro Palembang

Wisata Pulau Kemaro Palembang terletak di sebuah Delta kecil yang berada di Sungai Musi, 6 km dari jembatan Ampera yang terkenal di Palembang. Pulau ini terletak di bagian wilayah industri antara pabrik pupuk dan minyak milik negara, serta berada di sisi Sungai Gerong.

Hal yang menjadi daya tarik tempat wisata ini adalah sebuah vihara cina yang dinamakan Klenteng Hok Tjing Rio. Selain itu, ada juga kuil Budda serta makam yang sering menjadi tempat ziarah. Tempat makam inilah konon tempat bersemayam tokoh yang menjadi legenda di Pulau tersebut.

Legenda tersebut memiliki dua versi meski keduanya tetap saling berkaitan. Versi pertama mengisahkan tentang seorang putri Palembang bernama Siti Fatimah dan seorang pangeran dari negeri Cina bernama Tan Bun An yang jatuh cinta kepada sang putri.

Sang pangeran hendak meminang sang putri dan memboyongnya ke Cina. Orang tua putri tersebut setuju dan memerikan tujuh guci berisi emas untuk dibawa. Tetapi, hadiah emas tertutup oleh sayuran sawi asin. Sang pangeran kaget dan mengira bahwa guci tersebut bukan berisi emas.

Akibatnya guci tersebut di buang ke laut. Salah satu guci terjatuh dan ternyata berisi emas. Melihat bahwa sebenarnya guci - guci tersebut berisi emas, pangeran terjun ke laut diikuti oleh seorang pengawal. Putri Fatimah yang melihatnya langsung ikut terjun bersama.

Versi kedua dari kisah dari Pulau Kemaro Palembang ini hampir mirip. Hal yang membedakan hanyalah bahwa tujuh guci yang diberikan berasal dari keluarga sang pangeran yang menyetujui syarat yang diberikan oleh orang tua sang putri agar kepada sang pangeran Cina.

Wisata Pulau Kemaro Palembang

Saat berkunjung di pulau ini, ada hal menarik yang mungkin menjadi pengalaman berbeda yang Anda alami. Untuk bisa mengunjungi tempat ini, Anda harus menggunakan kapal atau speedboat agar dapat sampai ke pulau tujuan.

Saat - saat yang tempat untuk bisa menikmati objek wisata di pulau ini secara maksimal adalah pada saat Cap Go Meh. Pada saat perayaan yang dirayakan oleh masyarakat keturunan Tionghoa ini menarik minat banyak orang baik dari dalam kota maupun luar kota.

Di pulau ini juga terdapat kawasan ibadah masyarakat Tionghoa yang masih terjaga arsitekturnya. Selain dikenal sebagai tempat wisata yang bersentuhan dengan budaya masyarakat Tionghoa, tempat ini dahulu juga merupakan lokasi benteng pertahanan lapis pertama.

Lokasi ini menjadi benteng pertahanan di masa Keraton Pelambang Darussalam. Ketika itu benteng tersebut dikenal sebagai Benteng Tambak Bayo. Benteng ini berhasil melindungi wilayah Palembang dari penjajah di masa kolonial Belanda.

Hampir 10 tahun, pihak musuh berusaha untuk meruntuhkan benteng tersebut sejak 1811. Tetapi tetapi tidak berhasil dan baru direbut pada tahun 1821. Hanya saja, bukti puing - puing benteng ini tidak nampak dan tidak tersisa sama sekali.

Meski demikian, wilayah dahulu tempat benteng tersebut berdiri kini menjadi tempat bangunan Klenteng yang saat ini terkenal sekarang. Pagoda - pagoda mulai dibangun di Pulau Kemaro ini mulai banyak dihuni oleh etnis Tionghoa. Pulau Kemaro Palembang pun tetap menarik untuk dikunjungi.

Deskripsi: Pulau Kemaro Palembang merupakan salah satu destinasi wisata di daerah Palembang yang wajib untuk dikunjungi. Tempat ini menawarkan lokasi wisata yang berbeda dengan nuansa Tionghoa yang kental.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar