Minggu, 09 Februari 2020

Whatsapp Akan Berbayar Pada Tahun Ini?



Aplikasi pesan mudah WhatsApp dikabarkan hendak mulai memungut bayaran kepada penggunanya mulai tahun 2020 ini. Bersumber pada data yang ramai dibicarakan di ranah maya itu, metode monetisasi WhatsApp merupakan dengan menyisipkan iklan di fitur" WhatsApp Status" yang gunanya seolah-olah fitur" Stories" di Instagram ataupun Facebook. 

Bila tidak mau memandang iklan, hingga pengguna diucap wajib membayar 1 dollar AS ataupun kurang lebih erat Rp 14. 000. Lalu, benarkah isu itu? Penelusuran KompasTekno, isu ihwal planning WhatsApp bakal menarik bayaran itu mengacu pada planning Facebook yang dibeberkan pada Facebook Marketing Summit( FMS) di Berlin, Jerman pada 2019 kemudian.

Kala itu, pengulas aplikasi Matt Navara pernah membocorkan di jejaring sosial Twitter bila Facebook memanglah berencana buat menyisipkan iklan di WhatsApp Status pada 2020 bagaikan upaya monetisasi platform. Nantinya, di sisi dasar hendak timbul ikon" swipe- up" seolah-olah di Instagram Stories yang hendak megarahkan ke web pengiklan. Nama industri yang beriklan hendak timbul di WhatsApp Status, semacam halnya nama kontak. 

Matt pula mengungkap bila Facebook pula mempersiapkan alternatif metode menyisipkan iklan yang lain, semacam menempatkan iklan di tengah beranda obrolan, hingga format" chat" gres yang mampu menunjukkan katalog produk. Kendati demikian, belum terdapat pembaharuan dari data soal planning tersebut, hingga kabar ini disiarkan. Berita terkini yang timbul malah menyebut Facebook bakal membatalkan planning menyuspkan iklan di WhatsApp.

Batal disisipi iklan?

Pada Jumat( 17/ 1/ 2020), sumber yang erat dengan kasus ini malah mengabarkan bila regu yang menanggulangi monetisasi WhatsApp via iklan malah telah dibubarkan oleh Facebook.

Apalagi, aba-aba hasil kerja regu tersebut kabarnya pula sudah dihapus dari aba-aba totalitas WhatsApp.

Walaupun begitu, perwakilan Facebook pernah berkata bila planning itu sebenarnya tidak seluruhnya batal, lantaran masih jadi planning jangka panjang yang masih abu- abu.

Belum dikenal pula kapan realisasi iklan di WhatsApp itu. Facebook, bagaikan pihak yang mengakuisisi WhatsApp pada 2014 lalu senilai 22 miliyar dollar AS, ketika ini diucap masih fokus meningkatkan fitur buat mempermudah komunikasi antara pebisnis serta konsumen, lewat WhatsApp Business.

Tidak terkecuali pengembangan WhatsApp Payment yang sepanjang ini masih tersendat uji cobanya di India, lantaran terkendala regulasi di situ. WhatsApp Payment sendiri kabarnya pula hendak muncul di Indonesia, walaupun belum terdapat titik cerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar